(QUERY)

Published November 28, 2015 by Gefrina Rizki

                   QUERY

Pengertian Query
Menurut kata, “query” adalah bentuk kata kerja, dalam kamus “query” diartikan sebagai “pertanyaan”, persamaan kata dari inquiry atau question. Kalau kita kaitkan dengan mesin pencari, ”query” adalah pertanyaan berupa kata kunci atau keyword yang digunakan pengguna untuk menemukan jawaban melalui mesin pencari dengan mengambil data dari database. Dengan kata lain “query” sendiri dapat juga diartikan sebagai “request” atau “permintaan” pengguna yang kita ketikan pada kolom pencarian untuk memperoleh jawaban lewat hasil pencarian mesin pencari yang menampilkan alamat-alamat situs yang mengandung kata kunci yang diketikkan oleh pengguna.
Query adalah suatu kemampuan untuk menampilkan suatu data dari database dimana mengambil dari table-tabel yang ada di database, namun tabel tersebut tidak semua ditampilkan sesuai dengan yang kita inginkan. Data apa yang ingin kita tampilkan.
misal : data peminjam dengan buku yang dipinjam, maka nanti akan mengambil data dari table peminjam dan tabel buku.
Query adalah suatu extracting data dari suatu database dan menampilkannya untuk “pengolahan” lebih lanjut.
Query adalah pertanyaan atau permintaan informasi tertentu dari sebuah basisdata yang ditulis dalam format tertentu.
Query adalah perintah-perintah untuk mengakses data pada sistem basis data.
Query adalah merupakan bahasa untuk melakukan manipulasi terhadap database, yang telah distandarkan dan lebih dikenal dengan nama Structured Query Language (SQL).
Query adalah permintaan yang diberikan oleh user untuk mengambil informasi yang tersimpan dalam database.

Bahasa query (query language) adalah bahasa khusus yang digunakan untuk melakukan query pada basis data.
Contoh penggunaan bahasa query adalah: SELECT ALL WHERE buku=”komputer” AND tahun<2008 .=”” 2008=”” adalah=”” bahasa=”” banyak=”” basis=”” basisdata=”” berada=”” br=”” buku=”” by=”” dan=”” dari=”” data=”” dengan=”” di=”” diatas=”” dibandingkan=”” didefinisikan=”” digunakan=”” example.=”” field=”” fleksibel=”” ini=”” lain=”” language=”” meminta=”” metode=”” misalkan=”” nama=”” paling=”” parameter=”” perpustakaan=”” query=”” record=”” rumit=”” sedang=”” semua=”” sql=”” standar=”” structured=”” tahun=”” telah=”” terbit=”” tersebut=”” tersedia=”” tetapi=”” yang=””>

many-tomany

capture

 

Advertisements

(SQL)

Published November 28, 2015 by Gefrina Rizki
  1. Sejarah SQL

Sejarah SQL dimulaidariartikelseorangpenelitidari IBM bernamaJhonny Oracle yang membahastentang ide pembuatan basis data relasionalpadabulanJuni 1970. Artikelinijugamembahaskemungkinanpembuatanbahasastandaruntukmengakses data dalam basis data tersebut. Bahasatersebutkemudiandiberinama SEQUEL (Structured English Query Language).

Setelahterbitnyaartikeltersebut, IBM mengadakanproyekpembuatan basis data relasionalberbasisbahasa SEQUEL. Akan tetapi, karenapermasalahanhukummengenaipenamaan SEQUEL, IBM pun mengubahnyamenjadi SQL. Implementasi basis data relasionaldikenaldengan System/R.

Di akhirtahun 1970-an, munculperusahaanbernama Oracle yang membuat server basis data populer yang bernamasamadengannamaperusahaannya. Dengannaiknyakepopuleran John Oracle, maka SQL jugaikutpopulersehinggasaatinimenjadistandar de facto bahasadalammanajemen basis data.

  1. Pengertian SQL

Structured Query Language (SQL) adalahsekumpulanperintahkhusus yang digunakanuntukmengakses data dalam database relasional. SQL merupakansebuahbahasakomputer yang mengikutistandar ANSI (American Nasional Standard Institute) yang digunakandalammanajemen database relasional. Dengan SQL, kitadapatmengakses database, menjalankan query untukmengambil data dari database, menambahkan data ke database, menghapusdatadidalam database, danmengubah data di dalam database. Saatinihampirsemua server database yang adamendukung SQL untukmelakukanmanajemendatanya.

  1. Tipe-tipe SQL

-Char atau Varchar adalahtipe data untukmenampung data yang bertipekarakterataualfabetic(a-z) contoh:-nama orang, nsmsbsrsngdll.

-Integer atausering di singkat INT adalahtipe data yang digunakanuntukmenampung data yang bertipeangkaataunumeric(0-9) contoh:-NIS, No ktp, No SIM dll.

-Date adalahtipe data yang digunakanuntukmenampung data yang bertipetanggal, bulan, dantahuncontoh:-tanggallahirdll.

-Numeric adalahtipe data yang dapatmenampung data berbentukbilangan real contoh:-6.00 atau 7.25.

-Small INT adalahtipe data bilanganbulat yang range-nyalebihkecildari integer.

 

  1. Jenis-jenis SQL

DDL (Data Definition Language)

-DML (Data Manipulation Language)

  1. Manfaat SQL

SQL bukanlahbahasakepemilikan yang digunakanoleh vendor database perorangan. Hampirsemua database besarmendukung SQL, sehinggadenganmempelajari SQL, Andadapatberinteraksidenganhampirsemua database besar yang beredar.SQL mudahdipelajari, karenasemua statement dibuatberdasarkan kata-kata bahaadalambahasaInggris yang umum.Meskipunkedengarannyasederhana, SQL benar-benarsuatubahasa yang kuat, dandengankepandaianmenggunakanunsur-unsurbahasatersebut, Andadapatmelakukanpengoperasian database yang kompleksdansulit

 

  1. BagiandanKaryawan

Qybagiankaryawan

Bagian.Idkaryawan Karyawan.id karyawan
DewiAyulestari 151410075
DwiAyu Lestari 151410310
GefrinaRizki 151410062
Hadiyansyah 151410045
Ikrimah 151410076
MitatripujiAstuti 151410120
RanyVeranti 151410375
Sandra Thiara 151410079

Bagian dan Produsen

SELECT Bagian.[KodeBagian], Produsen.Kode_Produsen, Produsen.Kode_Produsen

FROM Produsen INNER JOIN Bagian ON Produsen.[NamaBagian] = Bagian.[Namabagian];

  Qybagiankaryawan  
KodeKaryawan Expr1001 Kode­_produsen
D-001 A-001 A-001
D-002 A-002 A-002
D-003 A-003 A-003
D-004 A-004 A-004
D-005 A-005 A-005
D-006 A-006 A-006
D-007 A-007 A-007
D-008 A-008 A-008

 

  1. Data gaji dan Karyawan

SELECT Karyawan.[Id karyawan], Karyawan.[PendidikanKaryawan], [Data Gaji].[Jenjangkarir], [Data Gaji].[JumlahKedatangan], [Data Gaji].[Jumlahgaji]

FROM Karyawan INNER JOIN [Data Gaji] ON Karyawan.[Namakaryawan] = [Data Gaji].[NamaKaryawan];

 

QyDataGajiKaryawan
Id karyawan PendidikanKaryawan Jenjangkarir JumlahKedatangan JumlahGaji
151410075 S1 S1 25 3.500.000,00
151410310 S1 S1 25 3.500.000,00
151410062 S1 S1 25 3.500.000,00
151410045 S1 S1 25 3.500.000,00
151410076 S1 S1 25 3.500.000,00
151410120 S1 S1 25 3.500.000,00
151410375 S1 S1 25 3.500.000,00
151410079 S1 S1 25 3.500.000,00

 

  1. KaryawandanBarang

SELECT Karyawan.[Id karyawan], Barang.[KodeBarang], Barang.[Jenismakanan]

FROM Karyawan INNER JOIN Barang ON Karyawan.[KodeBarang] = Barang.[KodeBarang];

 

QyKaryawanBarang

Id Karyawan Kodebarang Jenismakanan
151410075 RP-OOO1 Burger
151410310 RP-OOO2 Keripik
151410062 RP-OOO3 Chicken wing
151410045 RP-OOO4 Pizza
151410076 RP-OOO5 Ayampenyet
151410120 RP-OOO6 Gado-Gado
151410375 RP-OOO7 SemurJengkol
151410079 RP-OOO8 Sate Padang

 

 

 

  1. KaryawandanCabang

SELECT Karyawan.[Id karyawan], [CabangRestouran].[NamaKaryawan], [CabangRestouran].Lokasi

FROM Karyawan INNER JOIN [CabangRestouran] ON Karyawan.[Namakaryawan] = [CabangRestouran].[NamaKaryawan];

 

QyKaryawanCabangRestoran

Id karyawan Namakaryawan Lokasi
151410075 DewiAyui Lestari TanjungEnim
151410310 DwiAyulestari Banyuasin
151410062 GefrinaRizki Palembang
151410045 Hadiansyah TanjungEnim
151410076 Ikrimah TanjungEnim
151410120 MitatriPujiAstuti Palembang
151410375 RanyVeranti Baturaja
151410079 Sandra Thiara TanjungAgung

(Table & Fields)

Published November 28, 2015 by Gefrina Rizki

BAGIAN

bagian

K.Bagian Nama Bagian Kabag Alamat Bagian Kota No Telpon Bag
B-001 SDM dewiayu Metodis 3 Palembang 0896xxxx
B-002 Keuangan dwiayu Pahlawan Palembang 0896xxxx
B-003 Gudang rany veranti Plaju Palembang 0867xxxx
B-004 Pemasaran Yossy Yolanda Plaju Palembang 0897xxxx
B-005 Pegawai hadiansyah Plaju Palembang 0876xxxx
B-006 Sekertaris Ikrimah Plaju Palembang 0897xxxx
B-007 HRD Gefrina Rizki Cempaka Dalam Palembang 0876xxxx
B-008 Supervisor Melza Sri Tika Plaju Palembang 0755xxxx
B-009 Staf Syawal Plaju Palembang 0489xxxx
B-010 Staf sandrathiara Plaju Palembang 0897xxxx

 

 

KARYAWAN

karyawan

NIK Nama Karyawan Jenis Kelamin Alamat Kota No Hp

pendidikan

151410045 hadi ansyah

L

plaju plg 0897xxx S1
151410062 Gefrina Rizki P JL. Cempaka dalam plg 0854xxx S1
151410075 dewiayu

P

metodis 3 plg 0852xxx S1
151410076 Ikrimah

P

metodis 3 pLg 0876xxx S1
151410079 sandra thiara P plaju pLg 0877xxx S1
151410085 Yossy Yolanda

P

Plaju plg 0897xxx S1
151410086 Melza Sri Tika P Plaju plg 0876xxx S1
151410310 dwiayu P phlwan plg 0897xxx S1
151410375 rany veranti p plaju plg 0897xxx S1
151410464 Syawal L Plaju plg 0987xxx S1

 

 

PELANGGAN

Pelanggan

Kode pelanggan
Nama Pelanggan Alamat Pelanggan Kota Pelanggan NoTelp Pelanggan Kontak Person Kontak Pelanggan
C-001 PT. BuanaK Plaju Plg 0711xxx imran 0813xxx
C-002 CV. AdiCipta Lekipali plg 0712xxx Wahidah 0897xxx
C-003 PD. Jaya Pakjo M.enim 0711xxx Sumiati 0876xxx
C-004 CV.maka Pakjo Plg 0713xxx Nursiah 0875xxx
C-005 PD.manis Sudirman Prabu 0712xxx Herianto 0876xxx
C-006 PD. Eky Lemaban Prabu 0715xxx Triana 0853xxx
C-007 PT.adam Sudirman Plg 0711xxx Hutriana 0852xxx
C-008 PT.Utama Sukaraya Baturaja 0735456789 Dwi Ana 08535467898
C-009 PT.Sima Sudirman Prabu 071255xx Ellena 08776564643
C-010 PD. Asru Pelita Sari Sekayu 071165xx Joko 08564342424

 

 

Produsen

KodeProdusen NamaProdusen Negara
P-001 indofood Sweden
P-002 sarimie Poland
P-003 lemontea Netherland
P-004 tea Austria
P-005 interbist Germany
P-006 tea gelas inggris
P-007 chetoss malaysia
P-008 chitato laos
P-009 ayamkremess vietnam
P-010 chikenwingss korea

 

ERM (Entity relationship model)

Published October 24, 2015 by Gefrina Rizki

Entity relationship model

An entity–relationship diagram using Chen’s notation
n software engineering, an entity–relationship model (ER model) is a data model for describing the data or information aspects of a business domain or its process requirements, in an abstract way that lends itself to ultimately being implemented in a database such as a relational database. The main components of ER models are entities (things) and the relationships that can exist among them. Entity–relationship modeling was developed by Peter Chen and published in a 1976 paper.[1] However, variants of the idea existed previously,[2] and have been devised subsequently such as supertype and subtype data entities[3] and commonality relationships
n software engineering, an entity–relationship model (ER model) is a data model for describing the data or information aspects of a business domain or its process requirements, in an abstract way that lends itself to ultimately being implemented in a database such as a relational database. The main components of ER models are entities (things) and the relationships that can exist among them. Entity–relationship modeling was developed by Peter Chen and published in a 1976 paper.[1] However, variants of the idea existed previously,[2] and have been devised subsequently such as supertype and subtype data entities[3] and commonality relationships
entity-relationship model (or ER model) is a way of graphically representing the logical relationships of entities (or objects) in order to create a database. The ER model was first proposed by Peter Pin-Shan Chen of Massachusetts Institute of Technology (MIT) in the 1970s.

In ER modeling, the structure for a database is portrayed as a diagram, called an entity-relationship diagram (or ER diagram), that resembles the graphical breakdown of a sentence into its grammatical parts. Entities are rendered as points, polygons, circles, or ovals. Relationships are portrayed as lines connecting the points, polygons, circles, or ovals. Any ER diagram has an equivalent relational table, and any relational table has an equivalent ER diagram. ER diagramming is an invaluable aid to engineers in the design, optimization, and debugging of database programs.

In a logical sense, entities are the equivalent of grammatical nouns, such as employees, departments, products, or networks. An entity can be defined by means of its properties, called attributes. Relationships are the equivalent of verbs or associations, such as the act of purchasing, the act of repairing, being a member of a group, or being a supervisor of a department. A relationship can be defined according to the number of entities associated with it, known as the degree.

In software engineering, an entity–relationship model (ER model) is a data model for describing the data or information aspects of a business domain or its process requirements, in an abstract way that lends itself to ultimately being implemented in a database such as a relational database. The main components of ER models are entities (things) and the relationships that can exist among them.

Entity–relationship modeling was developed by Peter Chen and published in a 1976 paper.[1] However, variants of the idea existed previously,[2] and have been devised subsequently such as supertype and subtype data entities[3] and commonality relationships.

refrense

Database Introduction

Published October 17, 2015 by Gefrina Rizki

Database / Basis Data = ?

  • Sekumpulan data yang saling berhubungan
  • Himpunan kelompok data yang saling berhubungan yang di organisasi sedemikian rupa sehingga kelak dapat dimanfaatkan dengan cepat dan mudah
  • Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan bersama sedemikian rupa tanpa pengulangan (redudancy) yang tidak perlu untuk memenuhi kebutuhan
  • Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan tertentu

Karakteristik Utama Database

  • Merepresentasikan aspek dari dunia nyata
  • Terstruktur dengan baik
  • Dapat merepresentasikan kondisi saat ini (current state)
  • Ada penggunanya dan ada aplikasinya
  • Disimpan dalam memori komputer secara permanen
  • Dapat diakses dan dimanilupasi menggunakan DBMS

Contoh pemakaian aplikasi database :
•  Transaksi pembelian dari Mall/Supermarket
•  Transaksi pembelian atas pemakaian kartu kredit
•  Tempat penampungan data pesanan bagi agen travel
•  Mengolah data asuransi
•  Penggunaan Internet
•  Pelajaran di Kampus

Pra Database
File Based System

  • Kumpulan dari program aplikasi yang memberikan bagi pengguna
    akhir berupa laporan
  • Masing-masing program menerjemahkan dan memanajemen data
    sendiri-sendiri.

File Based Processing

1
Maksudnya ketika sales mengentry, data yang dimasukan akan dip roses dan
dimasukan kedalam sebuah database khusus sales. Didalam database sales
terdapat bermacam data, misalnya BarangKhususSewa memiliki
(noBarang, namaBarang,type,idPemilik) PemilikUtama (idPemilik,
namePemilik, alamat, telPemilik) PenyewaBarang (idPenyewa,
namaPenyewa, alamat). Ketiga data tersebut merupakan keterkaitan satu
sama lain, tetapi hanya dikenali oleh bagian sales.

Limitations of File-Based Approach
• Membatasi dan Mengasingkan data, artinya data di pelihara
dengan sendiri-sendiri dan data 1 sama lain mestinya dapat
berhubungan tetapi dikotak-kotakan sehingga data tidak mengenal 1
sama lain.
• Duplikasi data, data yang sama masing-masing diterjemahkan oleh
program yang berbeda-beda. Membuang kapasitas daya tampung
serta format file yang berbeda.
• Ketergantungan data, struktur file digambarkan didalam kode
program. Maksudnya data tersebut bersifat kaku, ketika coding menuliskan data berjumlah ‘4’ jumlah data di filebase pun berjumlah ‘4’.
• Ketidakcocokan format file, penulisan file berbeda bahasa, dan
tentunya tidak dapat diakses 1 sama lain.
• Penetapan Query pada program aplikasi, maksudn ya program
ditulis untuk fungsi-fungsi ertentu sana, Jika dibutuhkan data baru
maka perlu adanya sebuah program baru juga.

Database
Kenapa diperlukan database?
Data dapat diterjemahkan kedalam sebuah aplikasi program,
dibandingkan terpisah atau diolah masing-masing. Kontrol akses luas dan
manipulasi pada data dapat dilakukan oleh sebuah aplikasi program.
Hasilnya berupa DBMS (database management system).
• Koleksi data dapat diakses bersama secara logika data pun
berhubungan 1 sama lainnya, dan sengaja dirancang khusus untuk
informasi yang dibutuhkan sebuah perusahaan.
• Pemetaan data disediakan bebas untuk di olah satu sama lain di
sebuah database.
• Secara logika data merupakan kesatuan, memiliki atribut yang
lengkap dan saling berhubungan dari suatu organisasi/ data
perusahaan.

Database Management System (DBMS)
Suatu sistem perangkat lunak untuk mendeskripsikan/ memperlihatkan,
membuat, memelihara database dan memberikan control siapa saja yang
dapat mengakses database tersebut.

2

Berbeda sekali bukan dengan File base?
Database yang dikelola dengan DBMS terlihat lebih terintegrasi oleh sistem.
Artinya, ketika Sales membutuhkan BarangKhususSewa (noBarang,
namaBarang,type,idPemilik) PemilikUtama (idPemilik, namePemilik, alamat,
telPemilik) PenyewaBarang (idPenyewa, namaPenyewa, alamat) data
tersebut dapat pula di monitoring/ diakses oleh Contracts. Keuntungannya
kapasitas media penyimpanan tidak terbuang, karena sang Contracts tidak
perlu lagi membuat ketiga sumber data tersebut (tinggal sorot ke database
saja…).

Pendekatan Database (Database Approach)
Data Definition language (DDL), mendefinisikan bahasa yang digunakan
memberi izin atas jenis data, struktur data dan batasan-batasan atas siapa
saja yang akses ke data. Semua spesifikasi tentang data tersimpan dalam
sebuah database.
Contoh coding : Create, Delete, Rename
Data Manipulation Language(DML), fasilitas umum enquiri (query
language) dari data.
Contoh code : insert, update, delete, merge
Kontrol akses ke database, system security, kesatuan atas system, kontrol
sistem perbaikan, konrol sistem hak akses, dan concurrency.
Contoh
Contoh code : Grant, dan Provoke
A view mechanism, maksudnya data yang ada akurat dan banyak pihak
yang ingin menggunakan atau cocok untuk semua bagian dari suatu
organisasi yang membutuhkan.
Contoh code : Select
Perbolehkanlan setiap user untuk memiliki dan melihat dari database, yang
utama adalah perlihatkan sub bagian dari database tersebut.
Manfaat nya adalah :
~mengurangi kompleksitas
~bertambahnya keamanan
~menyediakan tampilan dan mekanisme database yang berbeda dari yang
biasanya.
~meskipun database diubah, database dasar/basic tetap konsisten, sesuai
dengan struktur.

Siapa bilang sistem database tidak punya sejarah?
Generasi pertama, menggunakan hirarki dan network
Generasi kedua, menggunakan metode relasional
Generasi ketiga, menggunakan objek relasional dan objek orientied.

Keuntungan DBMS
• Mengurangi duplikasi data
• Data yang dimiliki konsisten
• Banyak informasi dari data yang sama
• Berbagi data
• Mengembangkan data yang sudah terintegrasi
• Bertambahnya keamanan data
• Sesuai dengan standartisasi
• Skala ekonomi, Akurat, tepat waktu, dan relevan dibandngkan
dengan membuang-buang biaya.
• Menyeimbangi dengan permasalahan kebutuhan
• Data yang dapat dipertanggungjawabkan
• Produktifitas
• Pemeliharaan data dapat dilakukan dengan bebas
• Backup, dan Pengembalian data yang rusak dapat dilakukan

Kekurangannya
• Kompleksitas
• Kapasitas daya tampung, apabila data sudah sangat besar sekali.
• Biaya DBMS
• Biaya hardware
• Dampak dari kesalahan cara kerja

Perbedaan File System dengan DBMS

3